Menggunakan cat epoxy pada lantai adalah salah satu pilihan terbaik bagi Anda yang ingin memiliki bangunan dengan lantai indah namun enggan mengeluarkan budget besar. Yups benar sekali, cat epoxy merupakan material yang akan melapisi lantai beton hingga menghasilkan kilau yang sempurna. Menariknya, di balik kelebihan yang dimiliki cat epoxy, material ini dibandrol dengan harga yang relative miring.

Sayangnya beberapa kondisi atau kesalahan tak jarang membuat permukaan lantai menjadi tidak rata. Hal ini bisa saja disebabkan karena beberapa faktor, dimana setiap faktor penyebab umumnya akan memberikan ciri kerusakan yang berbeda.

Ciri Kerusakan dan Penyebab Permukaan Lantai Epoxy Tidak Rata

Ketika terjadi kerusakan seperti permukaan lantai yang di epoxy tidak rata lagi, beberapa kemungkinan bisa saja menjadi penyebabnya. Mulai dari kondisi lantai beton yang sudah memburuk hingga proses aplikasi cat epoxy yang tidak tepat. Nah berikut ini beberapa faktor penyebab permukaan lantai yang diĀ  epoxy menjadi tidak rata dan ciri lain yang bisa saja muncul menandakan kerusakan pada lapisan cat tersebut.

1. Muncul Gelembung Karena Kesalahan Teknik

Walau terlihat simple dan mudah, akan tetapi proses aplikasi cat epoxy harus dilakukan oleh tenaga ahli. Mengapa demikian? Sebab cat epoxy yang diaplikasikan tidak sesuai prosedur yang ada akan langsung menampakkan kerusakannya, yaitu dengan munculnya gelembung di permukaan lantai.

Baca juga:

Gelembung ini biasanya akan muncul karena proses aplikasi yang tidak benar dan tidak runtut. Saat diaplikasikan pada lantai beton, cat epoxy akan mengeluarkan udara yang kemudian muncul di permukaan sehingga menyebabkan adanya gelembung. Jika gelembung muncul dalam jumlah banyak, tentu permukaan lantai tidak akan tampak rata sempurna.

Munculnya gelembung pada permukaan lantai juga bisa disebabkan karena permukaan lantai yang terpapar oleh sinar matahari langsung. Ketika permukaan cat epoxy mulai menghangat, udara yang terdapat pada bagian bawah lantai akan naik dan mengakibatkan munculnya gelembung. Begitu juga dengan aplikasi cat pada ruangan yang terlalu dingin sehingga berpotensi menyebabkan perubahan suhu di permukaan lantai secara mendadak dan mengakibatkan pelepasan gelembung udara pada lapisan cat epoxy.

2. Lantai Melepuh Karena Bistering

Blistering merupakan kondisi dimana cairan telah melampaui membram yang sebelumnya dihasilkan oleh lapisan cat epoxy, seperti osmosis. Dengan kata lain, blistering ialah kondisi ketika cat akan menumpuk pada bagian paling bawah dan mencoba untuk menguap secara perlahan. Berikutnya cairan akan terdorong untuk melakukan penguapan namun gagal sehingga menyebabkan lantai melepuh.

Untuk mengatasi masalah ini, perlu Anda perhatikan dengan benar jenis dna kualitas cat epoxy yang digunakan. Umumnya cat epoxy tahan air memiliki kualitas yang lebih baik untuk mengatasi masalah ini. Namun di beberapa kasus, penggunan cat epoxy tahan air justru akan memperparah lepuhan pada lantai.

3. Cat Belum Mengeras

Setelah aplikasi selesai, setidaknya tunggu 2×24 jam atau lebih untuk membuat epoxy lantai tersebut siap digunakan untuk menampung berbagai benda dengan masa tinggi. Akan tetapi apa jadinya jika cat epoxy yang belum mengeras sempurna langsung dibebani dengan benda berat? Salah satu efeknya ialah lantai tampak bergelombang dan idak rata.

Setiap lapisan cat epoxy yang diaplikasikan dengan sempurna, biasanya ketahanannya cukup baik. Berbanding dengan cat epoxy yang diaplikasikan sembarang dan tidak sesuai produsen, tentu berbagai kerusakan bisa saja terjadi.

Bagaimana, masih ragu untuk menggunakan cat epoxy lantai pada bangunan Anda?

Segera hubung PT. Indojaya Multi Flooring untuk mendapatkan jasa epoxy lantai terbaik di Indonesia